October 14, 2019

Kenali Jenis dan Fungsi Batu Bata

 

Batu bata adalahsalah satu bahan bangunan pembuat dinding. Batu bata tercipta dari tanah liat yang dihanguskan sampai warnanya kemerah-merahan. Seiring berkembangnya teknologi, pemakaian batu bata semakin lama semakin menurun. Munculnya material-material baru laksana gypsum atau bambu yang sudah diolah, ketika ini ingin lebih dipilih sebab mempunyai harga yang lebih murah dan secara arsitektur pun terlihat lebih indah.

Namun, masih tidak sedikit pula orang yang lebih memilih batu bata dikomparasikan dengan bahan yang lainnya. Jual bata merah di Jakarta ternyata terbukti lebih awet, kuat, murah, dan lebih gampang didapatkan. Di samping itu, bata merah pun membuat ruangan di dalam lokasi tinggal lebih sejuk, tembok tidak gampang retak, dan tahan api. Batu bata merah mempunyai warna yang eksotis dan terkesan natural sampai-sampai sering dipakai sebagai bata tempel untuk menciptakan dinding yang terkesan ‘industrial’.

Jenis Batu Bata

1. Batu bata tanah liat
Batu bata tanah liat dipecah lagi menjadi 2 kategori, yaitu:
• Bata biasa. Bata biasa mempunyai permukaan dan warna yang tidak menentu. Bata ini juga seringkali digunakan guna dinding dengan memakai mortar (campuran semen) sebagai perekat. Bata jenis ini tidak jarang disebut sebagai bata merah.
• Bata muka atau ekspos. Bata ini mempunyai permukaan yang lebih rapih dan memiliki warna dan corak yang seragam sampai-sampai harganya pun lebih mahal dikomparasikan dengan bata biasa. Selain dipakai sebagai dinding, bata ekspos juga dipakai sebagai penutup dinding dan dekorasi.
2. Batu bata gabungan pasir dan kapur
Sesuai namanya batu bata ini diciptakan dari gabungan pasir dan kapur dengan komparasi 1:8. Dalam proses pembuatannya air ditekan ke dalam bahan sampai-sampai terbentuklah bata yang kokoh. Bata ini dipakai pada dinding yang terendam air, yang memerlukan jenis bata yang paling kuat dan tidak gampang keropos.

Kelebihan batu bata merah

• Dari segi struktur memiliki kekuatan yang duratif dibanding dengan batako
• Mudah memasangnya sebab tukang tidak mesti memiliki kemahiran khusus
• Pengangkutan lebih mudah sebab ukuran yang lebih kecil
• Pada kegiatan yang sempit, lebih sesuai menggunakan material ini
• Mudah diperoleh di mana saja
• Lebih nyaman dari sisi suhu ruangan karena dapat menyesuaikan dengan suhu luar
• Tahan terhadap api
• Jarang terjadi retak-retak pada dinding
• Tidak memerlukan perekat yang khusus.

Kekurangan batu bata merah

• Bentuknya yang tidak seragam menimbulkan kendala dalam membina dinding yang rapi
• Boros dalam pemakaian bahan perekat karena mempunyai siar yang besar
• Gampang menyerap suhu sampai-sampai terasa panas ketika musim kemarau dan dingin saat musim penghujan
• Tingkat kualitas tidak dapat diketahui dengan tentu karena diciptakan secara tradisional
• Pemasangan yang tidak rapi mewajibkan penerapan bahan plesteran yang tebal
• Memiliki mutu yang lebih berat daripada bata enteng sehingga mesti ditopang struktur yang rumit
• Waktu pengeringanmya ingin lebih lama ketimbang material-material yang lain

Cara memasang batu bata

• Pemasangan batu nol. Kenapa disebut batu nol? Karena pemasangan batu nol seringkali dilakukan sampai elevasi nol pada bangunan lokasi tinggal atau gedung. Batu nol dipasang di atas sloof atau pondasi menerus, dengan mengacu pada gambar denah yang sudah diciptakan sebelumnya. Batu nol mesti dipasang seakurat mungkin supaya sama dengan gambar rencana pembangunan. Gunakan benang acuan ketika pemasangan batu nol supaya tercipta pasangan bata yang lurus dan rapi.
• Pemasangan lanjutan. Setelah memasang batu nol, saya dan anda bisa melanjutkan pemasangan dinding bata beda di atasnya. Pemasangan lanjutan ini pun harus tetap dikontrol dengan benang acuan.
• Berikan jarak pada masing-masing pertemuan antara batu bata dan besi kolom. Besi dan batu bata usahakan mempunyai jarak paling tidak 2.5 cm – 3 cm, supaya proses pengecoran kolom nantinya dapat dilaksanakan dengan baik dan padat.
• Lakukan pengecoran kolom pada elevasi tertentu. Lakukan pengecoran pada kolom saat elevasi batu bata kira-kira sudah menjangkau 1,2 m – 1,5 m. Hal ini dilaksanakan untuk menangkal batu bata supaya tidak ambruk atau rubuh, sebelum dilanjutkan dengan memasang batu bata beda di atasnya. Pengecoran pun usahakan dilaksanakan pada ketika batu bata sudah mengering.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *