May 7, 2021

“Keterlaluan… baru jadi telah rusak, bila lapor tidak tahu kapan diperbaiki.”

 

 

Kontraktor jasa pengaspalan jakarta – Nah, sebelum kita berpendapat atau mendakwa orang beda (pemerintah atau kontraktor) terdapat baiknya anda mengerti teknik kerja pengaspalan, khususnya mengenai teknik memperkuat aspal. Pengetahuan ini juga bermanfaat saat anda mau membetulkan aspal di dekat lingkungan dengan swadaya.

Ada sejumlah faktor yang memprovokasi kuat tidaknya lapisan aspal jalan raya. Jadi kombinasi yang tidak tepat dapat mempercepat kehancuran aspal. Bagaimana kita dapat memperkuat aspal agar tahan lama? Mari anda lihat bersama.

Ketebalan Lapisan Aspal

Jika kita menyaksikan pekerjaan pengaspalan, seringkali kita menyaksikan para pekerja bekerja menuangkan material sejumlah kali. Mereka menabur pasir, kerikil, aspal cair atau kombinasi lainnya. Sebenarnya ini dilaksanakan untuk menciptakan lapisan yang lumayan tebal yang nantinya menilai keterampilan aspal untuk menyangga beban kendaraan.

Di Indonesia pada lazimnya aspal beton dinamakan laston atau lapisan aspal beton. Gambar di atas mengindikasikan ada 3 (tiga) lapis permukaan guna pengaspalan.

Lapis fondasi bawah atau (Asphalt Concrete-Base atau AC-Base) adalahlapisan kesatu yang terletak di atas permukaan tanah dasar. Ketebalan minimum lapisan ini ialah 6cm.
Lapisan berikutnya ialah lapis fondasi atas (Asphalt Concrete-Binder Course atau AC-BC), tidak jarang disebut pun laston lapis permukaan antara, sebab berada di tengah kedua lapisan lainnya. Ketebalan minimum lapisan ini ialah 5 cm.
Lapis sangat atas dinamakan lapis permukaan atau lapis fondasi atas (Asphalt Concrete-Wearing Course atau AC-WC). Nama lainnya ialah laston lapis aus, sebab bagian berikut yang langsung berhadapan dengan desakan ban kendaraan di jalan raya. Ketebalan minimum lapisan ini ialah 4 cm.
Jadi, andai dijumlahkan maka minimum ketebalan aspal yang baik cocok dengan peraturan ialah 6+5+4 = 15 cm. semakin tebal laston yang dipakai, semakin powerful dan duratif pemakaiannya.

Jenis Bahan Dan Material Aspal
Salah satu kunci utama aspal yang kuat ialah menghindari resapan air, sampai-sampai material yang dipakai usahakan yang tahan air. Bahan-bahan yang seringkali digunakan guna lapis fondasi bawah ialah tanah liat koloidal (colloid), tanah liat biasa (clay), tanah lumpur (silt), pasir halus (fine sand), pasir kasar (coarse sand), kerikil (gravel). Di antara bahan-bahan ini, yang sangat baik dipakai sebagai lapisan fondasi bawah ialah pasir halus, pasir kasar, dan kerikil sebab mereka tidak menyerap air, lebih powerful merekat dengan lapisan atasnya, dan dapat memperpanjang umur aspal.

Beban Pada Aspal
Secara sederhana, semakin tidak jarang jalan raya dilewati oleh kendaraan, semakin tinggi beban dan bisa jadi rusaknya lapisan aspal. Jalan raya yang padat kemudian lintas (kendaraan berlangsung lambat) pun mempercepat kerusakan. Cara termudah guna menghindari urusan ini ialah dengan memberi batasan beban (tonase) yang diperbolehkan. Beberapa papan penunjuk jalan mengindikasikan batas beban kendaraan yang diizinkan dengan tujuan mengawal kualitas jalan raya tersebut.

Kemiringan Jalan
Tahukah Anda kenapa jalan raya tidak sepenuhnya datar? Ini ialah salah satu kiat konstruksi jalan aspal. Air hujan yang menggenang menciptakan aspal gampang lubang, lagipula jika dilalui kendaraan berat dan lamban. Timbulnya lubang di lapisan aspal tidak jarang terjadi sebab genangan air yang tidak mengalir. Biasanya jalan di unsur tengah ke setiap sisi jalan akan diciptakan sedikit oleng untuk menyerahkan jalan untuk air hujan ke selokan.

Sistem Pembuangan Air (Drainase)
Lapisan aspal yang kuat memerlukan sistem saluran atau pengasingan air yang baik. Itu sebabnya pemilihan bahan dan jenis material yang tepat laksana yang dilafalkan di atas menjadi pertimbangan penting, sebab menilai kekuatan dan keawetan usia aspal. Di samping itu, tanah dasar yang bakal dilapisi pun menilai. Banyak jalan raya yang “amblas” atau turun beberapa bukan sebab lapisan aspal atau kualitas kegiatan yang buruk, tetapi tanah dasarnya yang tidak mempunyai sistem pengasingan air yang lumayan baik.

Itulah hal-hal yang perlu anda ketahui tentang pembuatan jalan beraspal. Semoga informasi di atas memudahkan Anda yang berencana untuk membetulkan jalan aspal secara swadaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *