August 4, 2020

Apa Itu Saham?

Panduan investasi saham untuk pemula  – Saham ialah surat berharga yang mengindikasikan bagian kepemilikan atas sebuah perusahaan. Membeli saham berarti kamu telah mempunyai hak kepemilikan atas perusahaan tersebut. Maka dari itu, kita berhak atas deviden perusahaan dalam format dividen, pada akhir tahun periode pembukuan perusahaan.

Di samping dari hak kepemilikan perusahaan dan pembagian keuntungan, pergerakan harga saham pun menjadi sumber keuntungan beda dari pergerakan harga saham. Apa tersebut pergerakan harga saham?

Nilai suatu perusahaan bakal berubah-rubah baik sebab aset, keuntungan, modal, dan khususnya sentimen pasar. Sehingga nilai saham sebuah perusahaan bakal berubah dari masa-masa ke waktu. Sebagai contoh, saham Bank Central Asia (BBCA) pada mula tahun 2005 per eksemplar saham dihargai 1475 Rupiah, sementara pada akhir tahun 2014 (10 tahun kemudian) per eksemplar saham BBCA dihargai 13125.

Jadi, andai kita melakukan pembelian 1 eksemplar saham BBCA pada mula tahun 2005 dan menyimpannya hingga akhir 2014, anda akan mendapatkan deviden | laba (pembagian deviden perusahaan) masing-masing tahunnya, anda mendapatkan deviden dari pergerakan saham sebesar 13125 – 1475 = 11650 Rupiah. Keuntungan total yang anda dapatkan ialah 10x Deviden + Rp. 11.650.

Di samping pendapatan, anda pun dapat mengalami potensi kerugian andai harga saham merasakan penurunan, namun andai perusahaan merasakan kerugian, anda tidak perlu menanggung kerugian perusahaan tersebut.

KEUNGGULAN INVESTASI SAHAM

TIDAK ADA BATASAN MINIMAL MODAL

salah satu keunggulan saham yang tidak dipunyai oleh sejumlah instrumen investasi lainnya ialah rendahnya modal paling tidak yang diperlukan untuk mengawali investasi. Hanya dengan modal 5 ribu rupiah saja kita sudah dapat membuka mengerjakan investasi saham, sampai-sampai siapapun bisa mengerjakan investasi di pasar modal.

COCOK UNTUK SIAPA SAJA

Selain sebab modal mula yang rendah, dalam mengerjakan investasi di saham investor pun tidak butuh mempunyai pengetahuan keuangan akan produk-produk investasi yang mendalam. Karena tersebut investasi saham sesuai untuk seluruh jenis investor, dari Wiraswasta, Pegawai Negeri, Ibu Rumah Tangga, Pensiunan hingga dengan Pelajar dan Mahasiswa semuanya dapat mengerjakan investasi di saham. Cukup memilih perusahaan yang diandalkan  akan bertumbuh dan tidak bakal bangkrut, anda Anda sudah dapat memulai investasi saham.

RETURN YANG PALING TINGGI

Jika anda memilih saham yang tepat, investasi di saham akan menyerahkan kita keuntungan sangat besar dalam jangka panjang dikomparasikan dengan jenis investasi lainnya. Sebagai misal jika kita melakukan pembelian saham BCA pada tahun 2000 kemudian harganya terdapat di kisaran 180/lembar, dan andai kita menyimpan saham tersebut sekitar 15 tahun investasi tersebut ketika ini harga saham BCA terdapat di level 13.000an/lembar dengan kata lain investasi anda naik 72 kali lipat dalam 15 tahun. Potensi deviden yang tidak bisa ditandingi jenis investasi lainnya.

Hal berikut yang mengakibatkan reksadana saham umumnya menyerahkan return yang lebih besar dikomparasikan dengan reksadana lainnya dalam jangka panjang.

LIQUIDITAS YANG TINGGI

Faktor beda yang mengakibatkan investasi saham paling diminati, ialah karena liquiditasnya yang paling tinggi. Hanya di bursa efek saya dan anda bisa mencaikan investasi senilai puluhan Milyar dalam hitungan menit bahkan detik, urusan ini sangat bertolak belakang dengan investasi laksana Properti, dimana liquiditas asset tidak jarang kali menjadi masalah. Jika anda mempunyai properti senilai 10 Milyar dan hendak menjualnya diperlukan waktu yang lama untuk mengejar pembeli yang berminat, bahkan saat pembeli sudah diperoleh pun proses eksodus kepemilikan dapat memakan waktu lumayan lama.

MENDAPAT DIVIDEN

Di samping bepotensi mendapat deviden dari eskalasi harga saham yang anda miliki (capital gain) sebagai investor kita pun berhak menemukan bagian dari deviden yang didapatkan perusahaan masing-masing tahunnya, melewati pembagian dividen. Keuntungan yang didapatkan umumnya tidak terlampau besar, sebab perusahaan lazimnya tidak menyalurkan seluruh deviden yang didapatkan kepada pemegang saham, beberapa atau terkadang semua keuntungan bakal diinvestasikan pulang ke dalam perusahaan untuk peradaban perusahaan, dengan tujuan menambah asset perusahaan dan deviden di masa yang bakal datang.

FEE TRANSAKSI YANG RENDAH

Dalam bertransaksi di saham lazimnya dikenakan fee transaksi 0.15% dari total transaksi guna pembelian dan 0.25% dari total transaksi guna penjualan, dan ini telah termasuk pajak. Jumlah ini sangatlah kecil dikomparasikan dengan investasi-investasi jenis lainnya.

Bayangkan bila kamu membeli sebuah saham di harga 1000/lembar senilai 100 juta dan menjualnya 7 bulan kedepan di harga 1700/lembar, fee yang akan anda bayarkan guna transaksi itu adalah

(0.15% x 100 juta) + (0.25%x170 juta) = Rp 575.000, jadi deviden bersih yang akan anda peroleh sebesar Rp 69.425.000 (fee melulu 0.8% dari deviden yang anda peroleh)

KEPUASAN DALAM BERINVESTASI

Salah satu dalil lain mengapa tidak sedikit investor tertarik masuk ke dalam investasi saham ialah karena investasi saham selain menyerahkan kita deviden dapat pun memberikan anda kepuasan dalam berinvestasi, kamu bisa menginginkan diri kamu sebagai di antara pemegang saham Bank BCA dan mendapatkan deviden | laba setiap tahunnya dari deviden yang didapatkan BCA. Atau kamu menganalisa potensi dari sebuat perusahaan sejumlah tahun sebelum usahanya booming dan menciptakan harganya naik ratusan bahkan ribuan persen dalam sejumlah tahun. Kepuasan intelektual yang didapatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *